DYNAMIC LEARNING : STOP REGENERASI ANAK JALANAN SEMARANG

SAPA SEMARANG, SEMARANG – (13/11/2016) Anak Jalanan memang sudah merupakan fenomena yang biasa, terutama di kota-kota besar. Bukan hanya karena tuntutan ekonomi saja, banyak dari anak-anak yang memang senang untuk turun ke jalan sebagai pengemis, pengamen, penjual koran, dan sebagainya. Dynamic Learning berusaha menuntaskan permasalahan anak jalanan di Semarang langsung dari akarnya. Seperti apa sih Dynamic Learning ini?

Dynamic Learning adalah sebuah organisasi yang berfokus pada pembinaan dan edukasi anak jalanan yang telah berdiri sejak tahun 2015. Setelah bergerak lebih dari satu tahun, Dynamic Learning kini sudah mempunyai 47 volunteer yang aktif mengajar anak jalanan di Semarang dan Jogjakarta. Untuk  di Semarang sendiri, kegiatan belajar dan mengajar di lakukan di daerah Gunung Brintik. Mengapa di daerah Gunung Brintik? Karena setelah diusut, para volunteer dari Dynamic Learningmenemukan bahwa kebanyakan dari anak jalanan yang ada di Semarang bertempat tinggal di daerah ‘Gunung Brintik’. Dengan melakukan pengajaran disana, para volunteer ini tidak hanya membina anak jalanan tersebut, namun juga membina orang tua mereka.

Daerah Gunung Brintik

“Masalah anak jalanan ini ternyata selalu beregenerasi. Jadi, kita tidak hanya menargetkan anaknya saja, tapi orang tuanya juga. kita langsung atasi dari sumbernya, dimana kebanyakan anak-anak jalanan ini bertempat tinggal di Gunung Brintik ini.” Jelas Dewi selaku founder dari Dynamic Learning.

Di Dynamic Learning, anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar ini tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, namun juga diajarkan mengaji, kewirausahaan, dan nasionalisme. Sehingga, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi orang-orang yang berkarakter.

Perjuangan para volunteer mengajar ini pun tak sia-sia. Kini, hampir semua anak jalanan yang belajar di Dynamic Learning tidak lagi turun ke jalan. Anak-anak ini lebih senang untuk belajar dan bermain layaknya anak kecil pada umumnya. Para ibu dari anak-anak tersebut juga ikut diberdayakan dengan mendidik para ibu mereka untuk berwirausaha dengan membuat kue kering. Ketika para anak-anak sudah tidak lagi turun ke jalan, pendapatan keluarga yang berkurang digantikan dengan berjualan kue kering. Pesanan kue kering ini ramai terutama ketika hari-hari besar seperti lebaran dan natal.

Nah, bagi kalian yang tertarik untuk bergabung menjadi volunteer dan mengajar anak-anak jalanan, kalian bisa langsung menghubungi pengurus Dynamic Learning melalui situs http://dynamiclearningid.org .

OLEH: MUHAMMAD RAFIF SUJATMOKO
EDITOR : M. IQBAL PRABOWO

Copyright : https://sapasemarang.wordpress.com/2016/11/13/dynamic-learning-stop-regenerasi-anak-jalanan-semarang/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *